The International 9 Main Event (Day 1)

      No Comments on The International 9 Main Event (Day 1)
The International 9 Main Event agen judi esports terpercaya

The International 9 Main Event (Day 1): Tiongkok mendominasi dengan menempatkan 2 tim di semi-final Upper Bracket

Jadwal Pertandingan The International 9 Main Event (Hari Pertama)

The International 9 Main Event – 2 tim tuan rumah, PSG.LGD dan Vici Gaming melaju kebabak semi-final Upper Bracket, mengirim Virtus.Pro dan TNC Predator ke lower bracket.

Upper Bracket: Virtus.Pro vs PSG.LGD
Game Pertama

vp vs lgd game 1

lgd vs vp game 1

The International 9 Main Event dimulai dengan pertandingan pertama antara tim tuan rumah PSG.LGD melawan Virtus.Pro, dengan pertarungan game pertama menjadi milik PSG.LGD.

VP datang ke Shanghai, Tiongkok dengan lineup yang masih sama seperti International 8, dengan potensi tim yang kuat dalam pertarungan melalui pemain carry andalannya Roman “Ramzes” Kushnarev’s Morphling. Tampaknya PSG.LGD memiliki ide untuk mengcounter hero dari VP, mengambil Tidehunter, Gyrocopter, dan Sven untuk bertarung dan Rubick untuk f-god julukan pemain support PSG.LGD Xu “fy” Linsen.

Di awal permainan, VP tampak memberikan tekanan yang cukup pada Gyrocopter Lu “Somnus” Yao melalui Rodjer Earthshaker dan Noone Dazzle di line tengah. Namun dengan harga yang harus dibayar, rotasi dari Rodjer menjadikan hero lawan di line bawah Ame Sven tidak dijaga dalam waktu yang lama.

Pada awal 10 menit pertandingan LGD mulai mencari celah di line tengah, mencoba ngepush dengan semua hero, tetapi blokir Fissure indah dari Rodjer dengan hero Earthshaker berhasil mendorong mundur LGD, dan diulang berkali-kali oleh LGD namun tetap tidak berhasil. Pada tengah pertandingan, VP mulai memegang kendali, terlepas dari Ame Sven yang terus mengumpulkan uang tanpa dijaga. VP mulai berani ngepush di line bawah tower ke 3 LGD, LGD tampaknya ragu untuk melakukan perlawanan.

Kesabaran dari LGD membuahkan hasil, mereka berhasil membunuh Ramzes. VP kembali pulih lagi dan mendapatkan Aegis dari membunuh Roshan dengan hanya untuk kehilangan pertarungan berikutnya walaupun memiliki Aegis. Sejak saat itu, VP kesulitan mengimbangi barisan hero tank dari LGD. LGD terus bermain displin dan sistematis dalam membongkar pertahanan VP, perlawanan pasukan CIS akhirnya terhenti setelah 40 menit.

Game Kedua

lgd vs vp game 2

vp vs lgd game 2

Pada game kedua, VP menyusun komposisi tim yang berjalan lebih lambat kali ini, menyematkan harapan mereka pada Terrorblade Ramzes untuk membawa mereka melewati pertandingan hidup mati melawan PSG.LGD. Draft LGD hampir serupa dari game satu, meraih Tidehunter untuk Yang “Chalice” Shenyi, dilengkapi dengan Kunkka untuk Somnus.

Awalnya, VP tampaknya berada di tempat yang lebih baik daripada game satu. Rotasi Alexei “Solo” Berezin dengan hero Lion-nya terbukti efektif, karena ia membantu pembunuhan dalam 3 line pada beberapa menit pertama memberikan tekanan pada LGD.

Ketika permainan memasuki pertengahan, kedua tim masih sejajar dalam hal mengumpulkan uang, LGD sangat menjaga hutan mereka untuk Ame, yang mendorong keuntungan untuk LGD. Meskipun hanya memimpin perolehan uang sebesar 2k pada menit 20, tetapi skuad dari Tiongkok ini memiliki item yang jauh lebih baik dibandingan VP. Tekanan ada pada Ramzes dengan hero Terrorblade untuk terus menerus mengejar ketinggalan timnya dalam mengumpulkan uang. Solo dalam rotasinya berhasil membunuh beberapa hero dari LGD bahkan sempat sekali membunuh Ame.

Memasuki tahap terakhir, beberapa langkah salah dari VP merugikan mereka sendiri, dan meskipun masih berusaha keras untuk melawan, tapi game kedua ini berakhir untuk pasukan CIS. Ame menghabisi mereka dengan pembelian Divine Rapier pada menit 40. Seperti tahun lalu, Virtus.Pro tampaknya harus berjuang di The International dari lower bracket. Semoga skuad Rusia ini dapat bangkit kembali dari lower bracket.

Upper Bracket: TNC Predator vs. Vici Gaming
Game Pertama

tnc vs vg game 1

vg vs tnc game 1

Seri Upper Bracket kedua pada The International 9 Main Event antara TNC melawan VG menjadi salah satu pertandingan terbaik pada hari pertama event utama The International, TNC berhasil mengimbangi VG bahkan hampir memenangkan pertarungan.

Awalnya, TNC secara khas memberikan tekanan, dengan pemain support andalan Timothy “Tims” Randrup Tiny terus menerus menganggu 3 line khususnya line tengah terhadap hero lawan Lina yang dimainkan oleh Zeng “Ori” Jiaoyang. Permainan agresif dari TNC terbayar tetapi VG masih sedikit didepan dalam hal uang karena awal yang bagus untuk Chengjun “Paparazi” dengan hero Juggernaut.

Saat game mulai bergerak dari tahap line masing-masing, VG terus menekan, memperoleh item lebih cepat dari TNC dan dengan kombo Empower Magnus pada Juggernaut, VG terus memaksa TNC untuk berada pada markas mereka sendiri tanpa dapat bergerak keluar dari markas.

Sekitar setengah jam berlalu, VG tampak siap untuk melanjutkan keunggulan mereka. Berusaha untuk terus mendorong kedalam pertahanan TNC, meskipun beberapa kali berhasil memenangkan pertarungan kecil, TNC mampu melawan dan bahkan memenangkan pertarungan hebat pada menit 33, memaksa VG mundur dan mengklaim Aegis untuk mereka sendiri. Beberapa menit kemudian, TNC berhasil menghancurkan dua Tower VG dan membalikkan keadaan dari yang tadinya defisit uang sebesar 12k menjadi seimbang.

Menit 43, kesalahan RP dari Pan “Fade” Yi yang membuat TNC berhasil menghancurkan semua tower luar VG. Permainan masih berlanjut dengan Fade yang mengeluarkan beberapa RP yang bagus, dan

Dari tanda 40 menit dan seterusnya, kontes bolak-balik, dengan masing-masing tim tidak pernah menemukan pertunangan terbaik untuk berubah menjadi sesuatu yang benar-benar besar. VG, bagaimanapun, akan membuat kesalahan penting pada 43 menit di air mancur teratas TNC, setelah RP salah dari Pan ‘Fade’ Yi, yang menempatkan TNC di posisi utama tidak hanya untuk seorang Aegis tetapi untuk mengklaim semua menara luar VG juga . Permainan berlanjut dengan Fade, mengeluarkan beberapa RP gila, dari semua aspek permainan, gegara 1 bounty rune membuat VG keluar dari markas untuk meraihnya dan semua hero terbunuh oleh TNC.

TNC keluar sebagai pemenang game pertama setelah menghancurkan Ancient Throne milik VG.

Game Kedua

vg vs tnc game 2 the international 2019 main event tnc vs vg game 2 the international 2019 main event

Dalam game kedua, VG menyusun lineup yang sangat mirip dengan PSG.LGD dalam seri mereka melawan VP. TNC lebih memilih hero dengan barisan tank seperti Bristleback dan Razor. Awalnya, Armel dan Tim terus-menerus membully Ori di line tengah, mendapatkan sejumlah pembunuhan. Sebagai akibatnya, jalur samping VG mendapat ruang bebas. Sekali lagi, TNC mencoba mendorong melalui Bristleback dari Gabbi dan TNC mendapatkan pertarungan yang baik di sekitar 10 menit.

Terlepas dari keperacyaan diri dari Gabbi, di tahap tengah permainan, Paparazi membeli Radiance dan mulai memukul jatuh Gabbi. Kontrol permainan secara bergantian jatuh di kedua belah pihak, pertarungan demi pertarungan yang dimenangkan oleh TNC maupun VG, memasuki menit 36, sebuah pertarungan yang buruk oleh TNC membuat kontrol mulai diambil alih oleh VG dan pada satu titik, setelah melewati beberapa pertarungan akhir tidak sekalipun TNC memenangkan pertarungan dan akhirnya game kedua ini dimenangkan oleh VG.

Game Ketiga

vg vs tnc game 3 the international 2019 main event tnc vs vg game 3 the international 2019 main event

Sementara game satu dan dua adalah maraton untuk kedua tim, game tiga adalah ajang sprint untuk VG. VG memutuskan bahwa mungkin sudah waktunya untuk bergerak cepat, menggunakan push lineup dengan Paparazi menggunakan hero Leshrac. Harapan TNC jatuh ke Broodmother untuk Armel pada pilihan terakhir, yang diharapkan mampu meredam Medusa di line tengah. Namun, Centaur dari “Yang” lah yang mengisi line tengah dan berhasil mengcounter Broodmother.

Awalnya, TNC tampaknya memulai dengan hebat, menghambat Medusa Ori di line atas. Merasa percaya diri, TNC mendorong sedikit lebih jauh dari yang seharusnya, dan Paparazi datang dengan berhasil membunuh kedua core hero TNC. Lebih buruk lagi, “Yang” dengan hero Centaurnya terus membully Armel Broodmother di line tengah. Seiring berlalunya waktu, TNC tidak menemukan kemajuan seperti di game satu dan dua, permainan menjadi berat sebelah untuk TNC.

Skuad dari Filipina mencoba bertaruh pada Roshan yang berisiko setelah berhasil membunuh dua hero dari VG. Taruhan tidak membuahkan hasil, VG mengontrol permainan disekitar Roshan kendati bermain 3 lawan 5, memaksa TNC untuk mundur. Beberapa menit setelah VG mengklaim Roshan, mereka secara sistematis terus mendorong dan mengakhiri pertandingan. VG maju ke semi-final Upper Bracket melawan PSG.LGD dan TNC turun ke lower bracket.

 

TI9 Main Event Hari ke-1 lower bracket: Empat tim dipastikan pulang

Hanya satu tim yang bisa mengukir kelima nama pemainnya di Aegis dan setelah pertarungan upper bracket yang penuh dengan pertarungan hebat, akhirnya sampai ke pertarungan lower bracket dimana 4 pertandingan lower bracket ronde pertama semuanya hanya di pertandingkan sebanyak 1 pertandingan saja, jadi 8 tim tersisa hanya bergantung pada 1 pertarungan hidup mati.

Lower Bracket: Alliance vs RNG

Pertandingan The International 9 Main Event lower braket dimulai dengan Alliance vs RNG, Setelah pertarungan berakhir terungkap oleh wawancara yang dilakukan Sheever pada pemain Alliance Aydin “iNSaNiA” Sarkohi bahwa mereka tidak bermaksud untuk memilih Gyrocopter. Kesalahan mahal yang harus dibayar oleh Alliance dengan terdepak dari kejuaraan The International 9.

Terlepas dari kesalahan pick hero yang terjadi, para penggemar tetap melihat Alliance dengan hero yang biasa digunakan mereka, Max “Qojqva” Broecker dengan Storm Spirit, Aydin “iNSaNiA” Sarkohi dengan Crystal Maiden dan Tommy “Taiga” Le bermain Dark Willow. RNG memilih hero carry Anti-Mage untuk Du “Monet” Peng, hero yang hanya dimainkan olehnya sebanyak 5 kali dalam 6 bulan terakhir untuk RNG.

Permainan bak maraton terjadi, sampai pada akhirnya Alliance membunuh Anti-Mage dan memaksa buyback tetapi juga dengan mengorbankan buyback mereka sendiri. Mereka tidak dapat melarikan diri dengan aman dan beberapa hero core tertangkap oleh RNG yang mengakibatkan Juara TI3 tersebut tereliminasi.

 

Lower Bracket: Team Liquid vs Fnatic

Game eliminasi kedua antara Team Liquid melawan Fnatic. Fnatic menaruh kepercayaan mereka pada Enigma untuk Djardel “Dj” Mampusti. Pada awalnya kepercayaan mereka kelihatannya membuahkan hasil setelah DJ mampu menjadi pemain yang mengumpulkan uang terbanyak dan beberapa penggunaan ‘Blackhole’ yang bagus. Liquid menyesuaikan diri dan tahu betapa bahayanya apabila hero core dari mereka tersedot dalam ‘Blackhole’ Engima sehingga hero-hero dari Liquid memisahkan diri masing-masing dalam pertarungan-pertarungan selanjutnya.

Hal ini kemudian harus dibayar mahal oleh Fnatic setelah ‘Blackhole’ dari DJ beberapa kali tidak mengenai satupun hero dari Team Liquid pada pertarungan krusial. Team Liquid mampu memaksimalkan kesalahan dari Fnatic untuk memenangkan game ini.

 

Lower Bracket: Infamous vs Keen Gaming

Seri kedua terakhir menjadi satu-satunya harapan Amerika Selatan, Infamous, menghadapi Keen Gaming. Dalam 10 menit pertama, Keen Gaming mengatur tempo permainan, mampu membunuh beberapa hero Infamous bahkan carry Wraith King yang dimainkan oleh Hector “K1” Rodruguez. Meski begitu permainan cantik dari Infamous tidak mampu dibendung oleh Keen dan terbukti tim Amerika Selatan mampu menghabisi Keen Gaming dalam waktu hanya 34 menit, game terpendek pada hari pertama. Infamous kini berada di urutan ke 9-12 di The International, menghasilkan minimal $674,098 atau 9,6 Miliar yang menjadikan mereka sebagai tim Amerika Selatan pertama yang mampu mencapai hasil seperti ini di The International.

 

Lower Bracket: Mineski vs Na’Vi

Pertandingan terakhir pada hari pertama yang tak kalah menarik melihat juara TI1 Na’vi melawan Mineski. Pertarungan ini dimulai 12 jam setelah pertandingan pertama pada hari ini, menjadikan hari pertama yang panjang untuk para penggemar Dota 2.

Na’vi tampak seperti akan memenangkan pertandingan setelah mereka menghancurkan barrack di line bawah dan kemudian melanjutkan untuk menghancurkan tower 4 pertama. Namun, setelah itu Na’vi selalu gagal dalam memasuki markas dari Mineksi. Mineski memenangkan pertarungan akhir dan mengirim juara TI1 ini pulang ke kampun halaman.

Baca Juga: The International 9 Main Event (Day 2)

Hasil Sementara Event Utama The International 9 Hari Pertama

the international 9 main event day 1 hasil sementara

Oleh: Agen Judi eSports Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *