The International 9 Main Event (Day 3)

      No Comments on The International 9 Main Event (Day 3)
the international day 3 agen judi esports terpercaya

The International 9 Main Event (Day 3): Newbee tersingkir dan Mineski membuang kemenangan yang sudah didepan mata.

the international day 3 jadwal agenliga

Jadwal Pertandingan Acara Utama The International 9 (Hari Ketiga)

The International 9 Main Event (Day 3) – Hari ketiga dimulai dengan pertandingan lower bracket, Newbee kalah melawan tim Peru Infamous, tim Amerika Selatan pertama dalam sejarah TI yang masuk 8 besar. Raksasa Eropa Team Secret nyaris tereliminasi oleh tim Mineski.

Lower Bracket: Newbee vs Infamous
Game Satu

Awal permainan game satu, Infamous langsung mengeluarkan draft terbaik mereka, dengan trilane yang sangat agresif di line bawah dengan hero signature mereka ‘Wraith King’ yang dimainkan oleh Hector “K1” Rodriguez, trilane tersebut membuahkan hasil, mereka mendapatkan 4 kill cepat pada 6 menit pertama dengan sedikit bantuan dari midlaner mereka Jean “Chris Luck” Gonzales dengan hero Monkey King.

Titik fokus pada game satu ini semua berada pada line bawah, sementara carry Newbee Yawar “Yawar” Hassan terus farm dengan hero Sven, memanfaatkan ruang yang dibuat oleh timnya. Namun seiring berjalannya permainan, Infamous terus menganggu formasi Newbee melalui Nyx Assassin yang dimainkan oleh Scofield, upaya Yawar terlihat sia-sia. Terlepas dari itu semua, Newbee tampak susah mengikuti permainan Infamous dan setelah hanya 25 menit Infamous memenangkan pertarungan game satu.

Game Dua

Game dua mempunyai cerita yang jauh berbeda, seperti yang dikatakan dalam wawancara dengan pelatih Newbee Kurtis “Aui_2000” Ling, mungkin mereka hanya gugup dan karena ini masih game satu saya yakin mereka akan bangkit kembali.

Awal permainan, Infamous sekali lagi menggunakan strategi agresif dengan trilane-nya, tetapi kali ini agresi mereka tidak seperti pada game satu, meski mereka beberapa kali mendapatkan kill tetapi harus dibayar dengan pertukaran kill juga oleh lawan. Infamous memutuskan untuk meng-TP Hector ke line bawah dengan tujuan supaya Hector memiliki ruang yang lebih baik untuk farm.

Permainan berjalan relatif seimbang untuk game dua ini, Newbee sedikit memegang kendali untuk beberapa menit awal, namun begitu memasuki tahap tengah permainan, Newbee tampak berusaha menghindari pertempuran. Sampai pada menit 28, pertarungan di line tengah berjalan salah untuk tim Infamous, kehilangan 4 hero dengan hanya mendapatkan 1 kill. Dengan pertarungan tadi, Newbee menambah keunggulan gold menjadi 10k.

Sementara Newbee memegang kendali, Hector melakukan sebanyak yang dia bisa untuk mencegah push dari Newbee, berusaha terus mendorong sendiri di beberapa line untuk memperlambat lawan. Terlepas dari segala usahanya, tetap tidak cukup bagi Infamous, Newbee dengan permainan yang solid, eksekusi yang baik dan kegugupan Newbee pada game satu telah hilang dan berhasil mengklaim game dua ini pada menit 40.

 

Game Tiga

Dalam game terakhir seri ini, Infamous memulai permainan dengan strategy bermain lebih cepat dari game satu dengan Chris Luck dan Scofield terlihat hampir di seluruh map.

Pada tahap laning, jelas terlihat bahwa Infamous tidak takut dalam bermain kendati ada ancaman tereliminasi. Chris Luck bermain dengan penuh keberanian melawan CCnC di line tengah, meskipun beberapa kali mati, Chris Luck terus mencoba mengimbangi di line tengah. Adrian “Wisper” Cespedes Dobles berimbang dengan Yawar di line bawah, game tiga ini benar-benar seimbang pada menit-menit awal.

Infamous mulai mendapatkan momentum pada menit 8, Chris Luck meraih dua kill cepat dari Newbee, dengan hampir juga mengkill Yawar dalam prosesnya. Infamous terus memaksa pertarungan dan terlihat bahwa Newbee belum dapat menemukan permainan mereka sendiri dan tidak siap untuk melawan Infamous. Sementara itu pemain carry Infamous, Hector masih terus farm dengan bebas.

Pada menit 19, Hector mulai terlibat pertempuran. Sedikit terlalu bersemangat, dia mati dengan cepat dalam pertempuran yang memberikan ruang bernapas untuk Newbee. Lima menit setelah itu, pertempuran terjadi, item BKB yang baru didapat hero corenya membuat mereka memenangkan pertermpuran dengan mengkill 3 hero dan hanya kehilangan 1 hero saja. Pertempuran ini menaikkan keunggulan gold Infamous menjadi 8k, dengan Hector dan Chris Luck yang mendapatkan cukup item, Infamous berada diposisi yang bagus dan terus mengontrol permainan.

Di tahap akhir permainan, Newbee memberikan perlawanan terakhir dengan menggunkan smoke, dengan harapan mendapatkan kill pada hero lawan, tetapi penempatan hero yang bagus dari Scofield membuat smoke dari Newbee hilang. Tidak lama setelah itu permainan berakhir, dengan Hector dan Chris Luck menghancurkan Ancient Throne milik Newbee.

Meskipun menjadi salah satu tim terbawah yang paling tidak difavoritkan untuk menjadi juara The International 9, Infamous melakukan sebaliknya, memberikan perlawanan yang hebat melawan tim-tim yang hebat pula. Sekarang mereka berada diurutan 8 besar dan akan menghadapi Team Secret besok.

 

Lower Bracket: Team Secret vs Mineksi
Game Satu

Game satu dari seri kedua babak eliminasi, Team Secret menunjukkan kepada kita untuk tidak pernah menyerah. Kendati kehilangan semua barrack (megacreeps), Team Secret bangkit dan menang dengan dramatis. Awal permainan, draft dari Team Secret mengharuskan mereka menang pada semua fase laning, dan berharap mampu menahan “Alchemist”; dengan drafting terakhir memilih hero Meepo untuk Yeik “Midone” Nai Zheng yang tampaknya adalah taruhan yang bagus.

Meskipun dengan draft yang bagus, Team Secret secara mengejutkan malah hampir kalah pada semua fase laning. Terutama Midone yang secara mengejutkan mati beberapa kali kepada Witch Doctor yang dimainkan oleh Michael “ninjaboogie” Ross, mungkin meremehkan kekuatan hero support. Rotasi ninjaboogie dari tahap awal sangat-sangat berharga, dengan kesigapannya dalam semua line menambah kesengsaraan Team Secret.

Mineski membuka pertarungan tim pertama dengan cukup bagus, dengan menggunakan smoke, mereka berhasil menangkap MidOne di hutannya sendiri. Tidak berapa lama setelah itu, Secret akhirnya mampu mendapatkan kill pertama pada Alchemist, mengeluarkan semua skill ultimate untuk mengkill hero tersebut. Namun seakan tidak terpengaruh, Mineski melawan dengan menghancurkan tower 1 di mid dan terus mendorong hingga menghancurkan tower 3. Secret mencoba mendorong ke markas Mineski kemudian menuju ke Roshan, meskipun kehilangan beberapa hero dan melakukan pembelian kembali, tetapi mengamankan Aegis untuk mereka sendiri.

Pada tahap akhir pertandingan, semua kelihatan akan berakhir untuk Team Secret; malapetaka menimpa mereka setelah smoke oleh Team Secret pada menit 30 malah membuat mereka kehilangan 4 hero dan juga Roshan. Dengan Aegis di tangan, Mineski dengan percaya diri berkumpul di tengah, mendorong ke markas Secret dan dalam pertempuran terakhir yang intens, kendati kehilangan semua barrack dan melakukan buyback bagi Team Secret tetapi berhasil menahan dengan mengwipe-out semua hero Mineski. Dengan megacreeps yang akan datang Team Secret bertaruh semuanya dengan bergerak ke tengah markas Mineksi, mungkin terjadi kesalahan komunikasi yang menyebabkan Mineski terlambat dalam buyback, mereka harus kecewa dan menyaksikan kehancuran Ancient Throne.

 

Game Dua

Terlepas dari kekalahan yang begitu menyakitkan di game satu. Mineski menghadapinya dengan tenang. Team Secret memutuskan untuk menaruhkan semua harapan mereka pada Phantom Assassin untuk Micha “Nisha” Jankowski, melengkapi Nisha dengan kombo Empower Magnus dan Bloodlust Ogre Magi.

Bermain berani dan tidak terpengaruh oleh kekalahan mereka, Mineski dengan rotasi agresif pada fase laning, Agresi ini membuat mereka unggul 2k dalam hal gold dalam 6 menit pertama. Sekali lagi Secret dengan draft mereka yang mewajibkan mereka untuk menang dalam fase laning, kalah lagi. MidOne sekali lagi mengawali dengan sangat buruk.

Saat permainan mulai memasuki tahap pertengahan, Mineski mengontrol permainan pada semua map. Secret dengan harapan terakhir pada carry mereka Nisha untuk membalikkan keadaan. Sama seperti game satu, Mineski mengambil kendali permainan, berhasil mengkill Nisha dan juga MidOne, mereka bahkan naik sampai ke markas Secret, memaksa buyback dari Secret.

Seperti bercermin di kaca pada game satu, sepertinya pertandingan akan segera berakhir dengan pertarungan yang bagus oleh Team Secret yang rasanya sudah cukup untuk membalikkan keadaan ke mereka sendiri. Secret pada menit 25 berhasil mencuri Chronospehere oleh Yapz0r Rubick dan berhasil menggunakannya untuk mengchrono 5 hero Mineski yang membuat MidOne mendapatkan ultrakill dengan ball lightning nya dari markas kesepanjang line tempat pertempuran berlangsung.

Setelah pertarungan yang buruk, Mineksi masih berada pada posisi yang cukup baik, tetapi momok dari game satu masih tampak pada diri pemain Mineski. Team Secret mulai mendorong ke dalam base Mineski. Pada menit 31, Mineski mengklaim Aegis dari Roshan dengan mengorbankan “ragingpotato” untuk pasang badan didepan; “Nikobaby” mengeluarkan Chronosphere yang bagus, berhasil menangkap MidOne didalam, tetapi berhasil dicuri kembali oleh Yapz0r. Mineksi tetap memenangkan pertarungan di depan Roshan meskipun dengan eksekusi yang tidak rapi dan dengan pertahanan yang cukup bagus oleh Secret tampaknya permainan masih akan berlangsung panjang.

Pada pertarungan puncak, Secret bertarung dengan bagus, mencegah chronosphere pada hero Phantom Assassin dan berhasil mengkill 4 hero lawan, dan menghancurkan barrack di line tengah. Mereka kemudian mundur, puas dengan kondisi sekarang. Pada saat-saat terakhir pertandingan, menit 50, Nikobaby melakukan hal yang gila, bertarung dengan sangat bagus, memakai Chronosphere pada Nisha dan berhasil membunuh Nisha sebanyak 2 kali (dengan Aegis), dengan 2 hero dari Secret tidak memiliki buyback. Mineksi menyerang sampai ke base Secret dan menghancurkan satu-satunya tujuan dari game ini yakni menghancurkan Ancient Throne untuk mengklaim kemenangan game dua ini.

Permainan yang benar-benar gila oleh kedua tim, tetapi pujian harus jatuh pada Nisha, Yapz0r dan Nikobaby untuk permainan offense dan defense yang paling gila dalam The International 9.

 

Game Tiga

Game tiga mungkin salah satu seri di turnamen ini yang paling menarik untuk dirangkum kembali, dengan Secret dan Mineski menghadirkan permainan yang menawan membuat kita yang menonton secara langsung maupun dari layar di rumah berdecak kagum.

Awal pertandingan game tiga, Team Secret mengambil alih dalam fase laning, Zai dengan hero Omniknight membully Nikobaby di line bawah. Dengan keunggulan pada saat ini, pertanyaannya adalah bagaimana Mineski dapat membalikkan keadaan. Skuat SEA ini melakukan pertarungan midgame, tetapi karena kekuarangan attack power, mereka pun kalah. Pertarungan lain di menit 28 dengan jelas terlihat Secret lebih superior dari mereka, tetapi dengan menggunakan buyback pada tiga hero mereka berhasil mengwipe-out semua hero Secret dan mengklaim Aegis.

Menit 33, Secret berkumpul di line tengah, mendapatkan kill pada ninjaboogie dan mencoba mundur, tetapi MidOne tertangkap dan sisanya mulai berjatuhan satu demi satu, dengan Nikobaby memulai kill dari Zai kemudian Yapz0r. Mineski seperti Team Secret pada game satu dan dua, berhasil membalikkan defisit keunggulan gold dari 10k menjadi seimbang.

Dengan eliminasi didepan mata, kedua tim mulai berhenti bertempur untuk sementara, mencari ruang farm untuk hero carry mereka, mencoba untuk berpikir, menata ulang strategi mereka, dan menunggu pertempuran besar lainnya. Menit 39, Secret menuju ke Roshan, mengklaim Aegis, tetapi kehilangan Zai dan juga Chronosphere pada prosesnya. Tanpa keduanya, Secret mencoba untuk bertahan dan untungnya mereka hanya kehilangan barrack di line atas.

Mineski mencoba mundur, beberapa menit kemudian pertarungan terakhir yang berlangsung hampur 4 menit, menyisakan hanya 1 hero dari Mineski yakni Nikobaby untuk bertahan melawan skuat penuh Team Secret. Upaya tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim nya dari eliminasi.

Suatu pencapaian yang sangat baik oleh Mineski dan mari lihat apa yang akan dilakukan oleh mereka, apakah ada pertukaran pemain atau lainnya.

 

Akankah sejarah terulang kembali di TI9? OG dan LGD bertemu lagi di Final Upper Bracket

Dua tim dipastikan lolos ke semifinal The International 9, mengamankan posisi 3 teratas dan setidaknya hadiah uang sebesar $3 juta atau 42.8 Miliar.

Hari ketiga acara utama The International 9 sangat menebarkan. Dalam seri awal lower bracket, pertandingan yang dimainkan begitu menarik dan menakjubkan memberi penggemar tontonan yang spektakuler. Sulit dipercaya bahwa hari ini hanya berjalan setengah dan masih ada banyak pertandingan Dota 2 untuk di ikuti pada hari ini. Setelah pengumuman pemenang Arcana (dengan hero Ogre Magi keluar sebagai pemenang), pertarungan upper bracket akan dimulai lagi.

Upper Bracket: PSG.LGD vs Vici Gaming (2-0)

PSG.LGD vs VG (Game 1)

Seri pertama upper bracket hari ini mempertemukan dua raksasa Tiongkok untuk mengklaim posisi 3 teratas di The International 9 dan tiket ke final upper bracket.

Vici Gaming mungkin lebih unggul dari PSG.LGD di papan peringkat DPC 2018-2019, tetapi LGD tetapi di favoritkan untuk memenangkan pertarungan ini karena pengalaman yang mereka miliki. Tahun lalu di The International 8 LGD merupakan runner-up.

Pertandingan pertama kedua tim saling bertukar kill dengan VG memiliki sedikit keunggulan dalam hal gold dan experience. Sekitar 40 menit berlalu dan pertempuran besar terjadi memaksa lima buyback dari kedua tim dan keunggulan makin bertambah untuk VG. Kisah ini mungkin akan berakhir manis apabila keunggulan VG apabila game satu ini berakhir dengan kemenangan VG, tetapi pertempuran akhir terjadi di dekat Roshan dan kalah dengan menyakitkan. Dengan instant mereka mengucapkan “GG” tanda menyerah. PSG.LGD 1-0 VG.

PSG.LGD vs VG (Game 2)

Game kedua VG memainkan strategy bermain dengan fase cepat. Awalnya terlihat bagus untuk VG, penangkapan demi penangkapan yang gagal oleh VG merobohkan keunggulan 25 menit mereka yang akhirnya seri ini dimenangkan LGD.

Meski kedua tim memiliki gaya bermain yang hampir sama, tetapi LGD jarang membuat kesalahan dan tidak pernah terlalu mengejar hero lawan. Eksekusi yang sempurna dan kerja sama yang solid menyapu bersih tim Tiongkok lainnya 2-0 dan menjadi tim pertama yang mendapatkan tempat di final upper bracket.

Kemenangan ini mengamankan posisi 3 teratas untuk LGD, memberi Xu “fy” Linsen peluang untuk mengangkat Aegis of Champion. Dua kali sudah “fy” berhasil melaju ke babak final dan selalu gagal dalam mencapainya.

 

Upper Bracket: OG vs EG (2-1)

og vs eg the international day 3 game 1

OG vs EG (Game 1)

Dalam pertandingan yang sangat menghebohkan, dimana OG dan EG sekali lagi saling berhadapan di semi-final upper bracket TI. Kedua tim dengan roster yang masih sama dengan tahun lalu berhadapan dengan potensi menulis ulang sejarah. Tahun 2018 OG mengalahkan EG dan kemudian berhasil memenangkan kejuaraan.

Tahun ini, EG yang duluan mengambil game pertama. Melalui seluruh pertandingan pada seri ini, EG bermain lebih baik dan lebih konsisten dibandingkan OG. Mengontrol permainan dari awal dengan sususan lineup yang lebih lemah dari OG, EG memainkan kartu mereka dengan hasil kemenangan game satu yang mulus.

og vs eg game 2 the international day 3

OG vs EG (Game 2)

Pertandingan kedua Topias “Topson” Taavitsainen mendominasi sejak awal dengan hero Tiny – mendapatkan tiga kill pada menit awal dan mengambil setidaknya 50% dari total kill OG untuk dirinya sendiri. Menit awal terlihat seperti bencana untuk EG, Carry andalan EG RTZ terbunuh beberapa kali dalam hutan mereka dan kelihatan susah mencari tempat untuk farm.

Sumail “SumaiL” Hasaan-lah yang akhirnya berhasil mengkill Tiny dan mengakhiri streakkill beruntung Topson dan mendapatkan gold yang cukup banyak untuk dirinya. Perlahan EG mulai pulih, RTZ mulai mendapatkan ruang untuk farm. OG terus memberikan tekanan dan memainkan tempo cepat, berhasilkan naik ke atas base EG dan menghancurkan barrack. OG menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

 

og vs eg game 3 the international day 3

OG vs EG (Game 3)

Game ketiga OG memainkan tempo cepat dan tidak memberi EG ruang untuk bernafas. EG mendapatkan peluang yang bagus setelah sekitar 20 menit dengan pertempuran di line tengah yang bagus tetapi itu tidak cukup. OG sangat dominan dan terus ngepush. EG belum memiliki power yang cukup dan menyerahkan game terakhir seri ini kepada OG yang memungkinkan sejarah TI8 terulang.

OG dan LG akan saling berhadapan di final upper bracket sekali lagi, sama seperti yang mereka lakukan di The International 2018. Tahun lalu OG berhasil mengalahkan LGD dengan skor 2-1 dan kemudian melanjutkannya dengan skor 3-2 di pertarungan Grand Final.

Evil Geniuses dan Vici Gaming menuju ke lower bracket dan masih memiliki kesempatan sekali lagi untuk melaju dan berusaha untuk mencegah sejarah terulang kembali dan mungkin malah mengangkat Aegis of Champion untuk diri mereka sendiri.

Sangat dinantikan hari besok karena The International 9 ini sudah memasuki partai puncak menyisakan hanya 8 tim. Mari kita simak terus.

Baca Juga: The International 9 Main Event (Day 4)

Hasil Sementara Event Utama The International 9 Hari Ketiga

the international day 3 hasil sementara agen judi esports terpercaya

Oleh: Agen Judi eSports Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *